Menu

Dark Mode
HUT ke-81 RI, Ditjenpas Jakarta Fasilitasi Operasi Katarak 20 Ormas Gabung FORMAS, Hashim Bicara MBG Kontraktor Tagih Pembayaran Proyek SPPG, Klaim BGN Tunggak hingga Rp800 Miliar Michelle Wibowo Mangkir dari Panggilan Polisi, Laporan Natalia Rusli Berlanjut Kasus Dugaan Masuk Pekarangan Tanpa Izin yang Menjerat Japriyanto Naik ke Penyidikan Bantah Prabowo Hina Wartawan dan LSM, Fauka : Itu Penjelasan Modus Intelijen Asing

Ekonomi Bisnis

BPKN Tegaskan Hak Konsumen atas Kasus Motor Mogok di SPBU Pertamina

badge-check

BPKN Tegaskan Hak Konsumen atas Kasus Motor Mogok di SPBU Pertamina Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyoroti maraknya laporan masyarakat terkait sepeda motor yang tersendat hingga mogok setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Pertamina di wilayah Jawa Timur.

Kejadian itu ramai diperbincangkan di media sosial. Pengendara dari Lamongan, Gresik, dan beberapa daerah sekitar mengeluh motor mereka mendadak bermasalah usai pengisian BBM.

Kuat dugaan, kualitas bahan bakar yang disalurkan tidak sesuai standar.

Ketua BPKN Mufti Mubarok mengatakan, pihaknya akan memanggil Pertamina untuk meminta penjelasan resmi. Ia menilai kasus ini menyangkut kepentingan publik dan tak bisa dibiarkan tanpa tanggung jawab.

“Kami akan memanggil Pertamina. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena kelalaian atau kecerobohan dalam distribusi BBM. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata Mufti di Jakarta, Selasa (29/10)

Mufti menekankan, sepeda motor merupakan alat vital masyarakat di daerah untuk bekerja, mengantar anak sekolah, hingga beraktivitas sehari-hari. Bila rusak karena BBM bermasalah, kata dia, konsumen berhak mendapat ganti rugi.

“Motor bagi masyarakat bukan sekadar kendaraan, tapi sarana utama mencari nafkah. Kalau rusak karena BBM yang tidak sesuai, konsumen berhak mendapatkan ganti rugi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kasus tersebut dapat dibawa ke ranah hukum apabila terbukti ada kelalaian atau pelanggaran standar mutu dalam distribusi bahan bakar.

“Konsumen bisa menggugat. Ini bukan hal kecil. Pertamina jangan ceroboh, karena kualitas BBM yang buruk bisa berdampak langsung pada keselamatan dan ekonomi masyarakat,” kata Mufti.

BPKN kini tengah menghimpun laporan dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk ditelusuri lebih lanjut.

Mufti menegaskan, pemerintah dan Pertamina harus menunjukkan tanggung jawab nyata, bukan sekadar klarifikasi di media.

“Akibat dari BBM yang rusak harus ada pertanggungjawaban nyata. Integritas produk dan perlindungan konsumen harus jadi prioritas setiap penyedia energi nasional,” pungkasnya.(SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
1

Kontraktor Tagih Pembayaran Proyek SPPG, Klaim BGN Tunggak hingga Rp800 Miliar

7 August 2026 - 01:15 WIB

BPKP Minta Pengawasan Kredit Program Diperketat, Soroti Efektivitas Penyaluran

6 July 2026 - 13:36 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Alfamidi Bekasi Latih Warga Olah Jelantah Jadi Sabun

9 June 2026 - 12:32 WIB

Muhammad Dzuljabbar: Kolektor Action Figure yang Mengubah Hobi Jadi Cuan

23 May 2026 - 13:21 WIB

Anies: Ekonomi Tidak Baik-Baik Saja, Pemerintah Jangan Tutupi Fakta

20 May 2026 - 11:57 WIB

Trending on Ekonomi Bisnis