Menu

Dark Mode
Berdalih Cari Kerja, Dua Pelaku Curanmor Diamankan Kasus Penipuan Rp 1,2 Miliar Berlarut, Dua Tahun Mengendap di Polres Jakarta Timur 1 Januari Deppen Dibubarkan Gusdur, Akhiri Pers Dikendalikan Negara Sambut Pergantian Tahun, RW 04 Dukuh Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana AGP Gelar Pasar Murah 2025 di Ratusan Titik, Bantu Jaga Daya Beli Warga Tak Bayar HPTU, 103 Kios Kena Coret

Hukum

Dokumen Baru Masuk, Bareskrim Disebut Dalami Laporan Linda Susanti

badge-check


					Dokumen Baru Masuk, Bareskrim Disebut Dalami Laporan Linda Susanti Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Kasus yang melibatkan Linda Susanti kembali bergerak. Selasa siang (9/12), Linda bersama kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, mendatangi Bareskrim Polri untuk menyerahkan dokumen tambahan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan pemerasan yang ia laporkan.

Keduanya diterima penyidik Satgas Tipikor Mabes Polri yang kini mulai memeriksa rangkaian data elektronik serta dokumen administrasi yang diserahkan.

Deolipa mengatakan, penyidik telah menelusuri rekaman CCTV sebagai bagian dari pendalaman perkara.

“CCTV dari BCA Cabang Tebet dan CCTV di lingkungan KPK akan diperiksa, karena jejak kegiatan Bu Linda dari 2024 sampai 2025 dinilai berkaitan,” ujar Deolipa.

Pihak Linda juga menyerahkan dokumen safe deposit box (SDB), surat panggilan, dan kronologi pengambilan barang di bank. Menurut mereka, berkas-berkas tersebut menggambarkan runtutan dugaan keterlibatan sejumlah oknum.

“Laporan kami ditopang administrasi, rekaman CCTV, dan dokumen yang valid. Semuanya sudah kami sampaikan ke berbagai instansi,” jelas Deolipa.

Di hadapan penyidik, Linda memaparkan kembali awal mula persoalan, mulai dari urusan pembayaran hutang berupa emas dan dolar dari seseorang bernama Ahmad Sulaiman, hingga pemeriksaannya di Polda yang kala itu masih berstatus aduan biasa.

Beberapa waktu kemudian, kantor miliknya digeledah tim KPK pada 1 April 2024.

“Saya sampaikan bahwa emas itu disimpan di SDB BCA,” ucapnya.

Linda mengaku baru mengetahui adanya pemblokiran rekening dan SDB setelah pemeriksaan lanjutan.

Ia menduga terdapat kerja sama beberapa oknum dari KPK, Polda, dan BCA—dugaan yang ia sampaikan kepada penyidik.

Selain itu, ia juga menyebut menerima sejumlah tekanan, mulai dari dugaan perusakan mobil hingga percobaan penyerangan.

“Saya hanya meminta agar oknumnya diproses. Saya tidak menyerang lembaga,” tegasnya.

Linda menyatakan siap membuka semua dokumen aset dan bukti yang ia miliki.

“Yang saya minta hanya keadilan dan pengembalian hak saya. Semuanya bisa diuji,” tutupnya.(SN)

Read More

Kasus Penipuan Rp 1,2 Miliar Berlarut, Dua Tahun Mengendap di Polres Jakarta Timur

5 January 2026 - 14:20 WIB

Lahan Jadi Vihara dan Sekolah, Korban Tagih Progres Penyidikan ke Bareskrim

10 December 2025 - 08:23 WIB

Linda Laporkan Penyitaan Rp700 Miliar ke Dewas KPK

4 December 2025 - 15:36 WIB

Kanwil HAM DK Jakarta Panen Pujian Usai Turun Tangan Bereskan Kisruh Menteng Pulo

26 November 2025 - 02:36 WIB

Isu Polisi Bisa Sadap Tanpa Izin Hakim Dibantah DPR: “Hoaks Besar Itu!”

25 November 2025 - 12:36 WIB

Trending on Hukum