Menu

Dark Mode
Negara, Pembangunan, dan Jalan Pembebasan Rakyat Sidang Perdana dr. Tifa Digelar Besok, PN Jaktim Larang Live Media di Agenda Pembuktian SEMMI dan Estafet Perjuangan Syarikat Islam Kalapas Cipinang Tegaskan Penempatan Razman di Sel Lantai Dasar Berdasarkan Pertimbangan Medis Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Penyelundupan 12 Paket Narkoba dalam Oseng Cumi YARA Minta KPK Ambil Alih Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh, Nama Bupati Aceh Timur Disorot

Hukum

Isu Polisi Bisa Sadap Tanpa Izin Hakim Dibantah DPR: “Hoaks Besar Itu!”

badge-check


					Isu Polisi Bisa Sadap Tanpa Izin Hakim Dibantah DPR: “Hoaks Besar Itu!” Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Jagat media sosial belakangan rame bikin geger. Kabarnya, Kitab Undang-undang Hukum Acata Pidana (KUHAP) baru disebut-sebut ngasih karpet merah buat polisi nyadap, nyita, bahkan nahan orang tanpa izin hakim. Tapi ternyata semua itu cuma isu ngawur.

“Itu tidak benar. Pembahasan soal penyadapan belum masuk ke materi UU KUHAP,” tegas anggota Komisi III DPR RI, Safaruddin, di Kompleks Senayan, Selasa (25/11). Pernyataannya dikutip dari situs resmi DPR RI.

Kader PDIP itu menegaskan, aturan soal sadap-menyadap justru bakal dibahas dalam undang-undang tersendiri, bukan di KUHAP yang baru disahkan.

Jadi kabar polisi bisa nyadap seenaknya tanpa izin hakim? Hoaks tingkat dewa.

“Silakan buka KUHAP. Di sana jelas tertulis semua tindakan paksa kayak penyitaan dan lain-lain tetap harus lewat izin hakim,” ujarnya menohok.

Isu hoaks itu sempat viral karena menyebut KUHAP baru memberi kewenangan polisi melakukan penyadapan diam-diam tanpa persetujuan pengadilan. Padahal faktanya jauh panggang dari api.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, ikut menepis kabar tersebut. Ia memastikan Pasal 135 ayat (2) KUHAP yang baru tidak mengatur penyadapan sama sekali.

“Pengaturan penyadapan nanti ada di UU khusus, dibahas setelah ini,” katanya.

Bahkan ia menegaskan, ke depan pengaturan penyadapan, penyitaan gawai, sampai penahanan bakal lebih ketat dan tetap wajib izin pengadilan.

Masyarakat pun diminta tidak gampang termakan kabar yang berseliweran di medsos.(SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1

Sidang Perdana dr. Tifa Digelar Besok, PN Jaktim Larang Live Media di Agenda Pembuktian

1 July 2026 - 09:35 WIB

Kalapas Cipinang Tegaskan Penempatan Razman di Sel Lantai Dasar Berdasarkan Pertimbangan Medis

28 June 2026 - 10:59 WIB

YARA Minta KPK Ambil Alih Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh, Nama Bupati Aceh Timur Disorot

22 June 2026 - 13:51 WIB

Kasus Dugaan Perselingkuhan Seret Nama Bupati Aceh Timur ke Mabes Polri

21 June 2026 - 04:15 WIB

Mantan Ketua Himapol Dukung Pengesahan RUU Polri

16 June 2026 - 12:14 WIB

Trending on Hukum