Menu

Dark Mode
Kontraktor Tagih Pembayaran Proyek SPPG, Klaim BGN Tunggak hingga Rp800 Miliar Michelle Wibowo Mangkir dari Panggilan Polisi, Laporan Natalia Rusli Berlanjut Kasus Dugaan Masuk Pekarangan Tanpa Izin yang Menjerat Japriyanto Naik ke Penyidikan Bantah Prabowo Hina Wartawan dan LSM, Fauka : Itu Penjelasan Modus Intelijen Asing Eksepsi Ditolak, Sidang Ratu Terduga Penipuan Investasi Rp5 Miliar Berlanjut Diduga Cacat Administrasi, SHGB Bukit Podomoro Duren Sawit Diminta Diblokir

Megapolitan

Warga Cakung Barat Teriak, Pembangunan Banyak tapi Waduk Tak Ada!

badge-check

Warga Cakung Barat Teriak, Pembangunan Banyak tapi Waduk Tak Ada! Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta — Warga Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan embung atau waduk kecil sebagai langkah antisipasi banjir di tengah maraknya proyek infrastruktur di wilayah itu.

Meski genangan air kini sudah jarang, warga menilai embung tetap penting untuk menjaga keseimbangan tata air dan mencegah banjir musiman akibat meningkatnya aktivitas pembangunan.

Jainal, warga RT 02 RW 07, mengaku kawasan itu memang tak lagi dilanda banjir besar. Namun kini muncul masalah baru: debu pekat dan lalu lintas kendaraan berat.

“Kalau banjir sudah jarang, tapi sekarang debu parah dan truk besar lewat terus. Banyak juga yang buang puing di pinggir jalan,” keluhnya, Selasa (11/11).

Ia menambahkan, meski saluran air sudah diperbaiki sejak adanya rencana pembangunan Rumah Sakit Internasional, keberadaan embung tetap diperlukan agar kawasan tetap aman dari risiko banjir ke depan.

“Kalau waduk atau embung jadi dibangun, bagus sekali buat warga. Cuma lahannya memang sudah padat,” imbuhnya.

Nuraini (61), pemilik warung nasi di kawasan itu, menilai pembangunan embung lebih mendesak dibanding proyek rumah sakit.

“Kalau bisa, embung dulu dibangun biar enggak banjir. Rumah sakit nanti saja. Soalnya kalau banjir datang, semua kena dampaknya,” ujarnya.

Seorang petugas PPSU Kelurahan Cakung Barat membenarkan bahwa rencana pembangunan embung sudah masuk pembahasan di tingkat kelurahan.

“Sekarang pembangunan makin banyak, air hujan butuh tempat resapan. Kalau tidak, nanti banjir bisa balik lagi seperti dulu,” katanya.

Ketua RT 02 RW 07, Ahmad Nur alias Enung, juga mengungkap bahwa rencana embung tercantum dalam pembahasan tata ruang bersamaan dengan proyek pelebaran jalan dan pembangunan Rumah Sakit Internasional.

“Dalam rapat di kelurahan sempat dibahas soal akses ke rumah sakit dan rencana embung. Pelebaran jalan juga sudah masuk rencana,” jelasnya.

Menurut Enung, penguatan turap di RT 09 merupakan bagian dari penataan kawasan agar lebih tertata dan tahan terhadap potensi banjir.

“Kalau dari petanya nanti bagus. Ada turap, embung, dan pelebaran jalan. Tapi sekarang warga memang mengeluh debu akibat truk proyek,” tambahnya. (SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
1

Bantah Prabowo Hina Wartawan dan LSM, Fauka : Itu Penjelasan Modus Intelijen Asing

25 July 2026 - 15:29 WIB

Gelar Aksi di DPR, Mahasiswa PTKIN Minta Kejaksaan Berbenah

10 July 2026 - 11:32 WIB

Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Penyelundupan 12 Paket Narkoba dalam Oseng Cumi

25 June 2026 - 06:49 WIB

Rutan Bandung Perketat Pengawasan, Ancam Sanksi Napi yang Simpan Ponsel dan Terlibat Narkoba

19 June 2026 - 06:02 WIB

MA Insan Cendekia Nusantara Resmi Berdiri, Cetak Generasi Berakhlak dan Mendunia

6 June 2026 - 14:07 WIB

Trending on Megapolitan