Menu

Dark Mode
Negara, Pembangunan, dan Jalan Pembebasan Rakyat Sidang Perdana dr. Tifa Digelar Besok, PN Jaktim Larang Live Media di Agenda Pembuktian SEMMI dan Estafet Perjuangan Syarikat Islam Kalapas Cipinang Tegaskan Penempatan Razman di Sel Lantai Dasar Berdasarkan Pertimbangan Medis Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Penyelundupan 12 Paket Narkoba dalam Oseng Cumi YARA Minta KPK Ambil Alih Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh, Nama Bupati Aceh Timur Disorot

Ekonomi Bisnis

Lahan Negara Disewain, Mentan Langsung Copot Pejabat Eselon

badge-check


					Lahan Negara Disewain, Mentan Langsung Copot Pejabat Eselon Perbesar

SENTANANEWS.COM, Subang — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot pejabat eselon II dan III, saat sidak di lahan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sukamandi, Subang, Jawa Barat.

Dua-duanya dicopot karena menyahgunakan kekuasaan jabatannya dengan nyewain lahan negara.

“Lahan kita 300 hektare, tapi disewakan ke orang. Ini gak bener!” semprot Amran di hadapan para pegawai.

Tanpa pikir panjang, Amran langsung mencopot dua pejabat itu di tempat. “Hari ini juga saya copot direktur dan eselon tiganya. SK-nya langsung saya serahkan di lapangan!” tegasnya.

Menurut Amran, lahan milik negara harusnya dipakai buat riset dan pengembangan benih unggul, bukan buat nyari untung pribadi.

“Kami minta semua BRMP se-Indonesia menanam bibit terbaik. Gunakan teknologi terbaik, jadilah contoh!” katanya.

Amran juga maunya hasil pertanian dari BRMP dibagi gratis ke masyarakat. “BRMP harus jadi yang terdepan!” ujarnya berapi-api.

Gak cuma marah, Mentan juga kasih ultimatum keras. “Saya temukan satu hektare dikelola, 299 hektare disewakan. Mulai hari ini, semua harus dikerjakan kembali. Saya kasih waktu tiga bulan untuk buktiin hasil!” tandasnya.

Amran menegaskan, era rapat lama-lama di kantor sudah lewat. “Model baru sekarang: SK copot langsung di lapangan! Kalau saya temukan lagi yang kayak gini, saya copot lagi!” ancamnya.

Meski galak, Amran tetap kasih apresiasi buat jajaran Kementan dan petani yang udah kerja keras, karena target swasembada empat tahun bisa tercapai cuma dalam satu tahun.

“PDB pertanian naik, kesejahteraan petani meningkat, stok beras di Bulog tertinggi sepanjang sejarah, sampai FAO pun ngasih penghargaan,” jelasnya.

Tapi ia juga ngingetin, jangan terlena dengan pencapaian saat ini.

“Ada yang salah, kita perbaiki. Tapi jangan biarkan amanah rakyat disalahgunakan. Ini tanggung jawab besar,” tegasnya.(SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Alfamidi Bekasi Latih Warga Olah Jelantah Jadi Sabun

9 June 2026 - 12:32 WIB

Muhammad Dzuljabbar: Kolektor Action Figure yang Mengubah Hobi Jadi Cuan

23 May 2026 - 13:21 WIB

Anies: Ekonomi Tidak Baik-Baik Saja, Pemerintah Jangan Tutupi Fakta

20 May 2026 - 11:57 WIB

97 Pinjol Disanksi KPPU, BPKN: Langkah Tepat Lindungi Konsumen

28 March 2026 - 02:50 WIB

BPKP Kawal Pemprov DKI Menuju Jakarta Kota Global

11 February 2026 - 14:27 WIB

Trending on Ekonomi Bisnis