SENTANANEWS.COM, Jakarta – Kampung Narkoba Berlan, Matraman, Jakarta Timur, mendadak heboh Selasa pagi ketika ratusan aparat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan Polri dengan total sekitar 450 personel—menggedor masuk ke gang-gang sempit yang selama ini dikenal sebagai sarang transaksi narkoba.
Usai apel di kantor BNN Cawang pukul 09.00 WIB, pasukan langsung bergerak dan menyisir 10 hingga 15 titik panas yang sudah lama dipetakan sebagai lokasi edar barang haram.

Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Pemberantasan BNN, Aldrin Hutabarat, menyebut penggerebekan tersebut membuahkan hasil besar.
“Dari operasi ini, kami mengamankan 25 pelaku, satu di antaranya adalah bandar berinisial F,” ujarnya di lokasi, Senin (25/11).
Sayangnya, tak semua bos besar berhasil diborgol. Namun BNN telah mengantongi nama empat bandar lain berinisial N, P, T, dan S yang berhasil kabur saat operasi berlangsung.
“Identitasnya sudah kami pegang dan sekarang sedang kami kejar,” tegas Aldrin.
Dari lokasi, aparat menemukan barang bukti segunung: paket sabu, ganja dalam plastik, klip pembungkus, uang tunai, perhiasan, hingga mesin penghitung uang yang biasanya hanya terlihat di kantor-kantor besar.
Tak berhenti di situ, petugas juga mengamankan senjata tajam serta tiga pucuk senapan angin dari beberapa rumah yang disisir. Seluruh barang bukti ini akan ditimbang dan dihitung resmi di BNN Pusat, disaksikan langsung para tersangka.
Aldrin menyebut para pelaku yang diamankan seluruhnya adalah warga sipil dari perkampungan tersebut. Tidak ada perlawanan berarti selama operasi, meski beberapa coba kabur.
“Ada dua atau tiga yang naik ke atap rumah, tapi semuanya berhasil kami tangkap kembali, beserta barang buktinya,” ucapnya.
BNN juga menilai jaringan peredaran di Kampung Berlan terbilang tersusun rapi, termasuk pola pembayaran yang dilakukan dari orang ke orang tanpa jejak elektronik. Aldrin menegaskan operasi ini merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden untuk memperkuat pemberantasan narkoba.
“BNN, TNI, dan Polri tidak akan berhenti. Sindikat narkoba akan kami kejar terus sampai kapan pun,” pungkasnya. (SN).









