SENTANANEWS.COM, Jakarta — Pemandangan rumah berdiri di atas makam sudah puluhan tahun terjadi di TPU Kebon Nanas dan TPU Kober Rawa Bunga, Jatinegara. Ironisnya ada warga yang mengklaim sudah tinggal 20 sampai 30 tahun di lahan kuburan itu.
Namun kini, Pemkot Jakarta Timur memastikan seluruh permukiman di dua TPU tersebut bakal ditertibkan.

Langkah ini diambil karena Jakarta tengah dilanda krisis lahan makam. Dari seluruh TPU yang ada, 69 di antaranya sudah penuh dan tak lagi mampu menampung jenazah baru.
Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan menyebut, terdapat 280 KK atau 517 jiwa yang menempati dua TPU tersebut. Mereka tinggal di atas lahan yang seharusnya diperuntukkan untuk pemakaman.
“Kami minta dikembalikan lahan yang mereka gunakan selama 20 tahun, bahkan ada yang 30 tahun,” ujar Eka di Jatinegara, Jumat (21/11).
Eka menegaskan lahan itu harus kembali ke fungsi asalnya sebagai tempat pemakaman. Harapannya, ketersediaan makam di Jakarta Timur kembali mencukupi, sehingga keluarga yang berduka tidak perlu lagi berburu liang lahat hingga ke wilayah lain.
Sosialisasi pertama digelar bagi warga Cipinang Besar Selatan yang tinggal di area TPU Kebon Nanas.
“Kalau ada warga meninggal, mencari lahan makam itu sulit sekali. Padahal di lokasi tersebut sebenarnya lahan TPU,” tambahnya.
Meski begitu, penertiban tidak dilakukan secara mendadak. Warga akan direlokasi ke Rusunawa, anak-anak sekolah akan difasilitasi untuk pindah ke sekolah dekat lokasi baru, dan pelaku UMKM yang berjualan di area kuburan akan dipindahkan ke Lokbin binaan Pemkot.
Eka berharap warga memahami bahwa kebijakan ini bukan semata penggusuran, tetapi langkah penyelamatan ruang pemakaman di Jakarta.
“Ini demi mengembalikan fungsi TPU sebagaimana mestinya. Ini menyangkut ketersediaan makam di DKI Jakarta,” tegasnya.(SN)









