SENTANANEWS.COM, Jakarta – Pemkot Jakarta Timur akhirnya gerah. Dua tempat pemakaman umum—TPU Kebon Nanas dan TPU Kober Rawa Bunga—yang sejak lama berubah jadi “perkampungan liar”, bakal dibongkar habis.
Ratusan rumah yang berdiri di atas lahan mati itu dinilai bikin sesak, sementara 69 TPU di DKI Jakarta sudah megap-megap menampung jenazah baru.

Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan menegaskan operasi penertiban bakal dikebut maksimal dua minggu. Tapi, warga tetap bakal digedor pakai prosedur lengkap: SP1, SP2, hingga SP3 sebelum alat berat turun.
“Kita kasih SP dulu, tiga kali. Biar warga paham,” ujar Eka di Jatinegara, Jumat (21/11/2025).
Pemkot mengaku sudah melakukan sosialisasi ke warga Kelurahan Cipinang Besar Selatan yang tinggal di area TPU Kebon Nanas, serta warga Rawa Bunga yang sudah tiga dekade lebih menghuni lahan TPU Kober.
Keseluruhamnya diminta segera angkat kaki dari rumah yang berdiri di atas tanah makam tersebut.
Tapi bukan berarti warga dilepas begitu saja. Pemerintah menawarkan opsi relokasi ke Rusunawa milik Dinas Perumahan DKI bagi mereka yang ber-KTP Jakarta.
“Saya imbau masyarakat bisa memahami bagaimana pemerintah menyediakan petak makam bagi warga,” kata Eka.
Data awal Pemkot Jaktim menyebut ada 280 KK berisi 517 jiwa yang menghuni dua TPU tersebut. Untuk mengawal relokasi, Pemkot akan membuka posko pendataan di Kelurahan Cipinang Besar Selatan dan Rawa Bunga.
Bahkan, anak-anak yang selama ini tumbuh besar di antara nisan dan kijing juga akan difasilitasi perpindahan sekolah ke area dekat rusun.
“Makanya dibuatkan posko. Nanti daftar, berapa anak sekolah yang harus kita siapkan. Data sudah ada, tapi nanti diperjelas lagi,” ucapnya..(SN)









