SENTANANEWS.COM, Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur menegaskan penertiban rumah warga yang berdiri di atas lahan TPU Kebon Nanas belum akan dilakukan sekarang.
Alasannya, pemerintah masih menunggu kesiapan rumah susun (rusun) sebagai tempat relokasi.

“Penindakannya nanti kalau rusun sudah siap dari perumahan atau Sudin PRKP,” ujar Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, di Kantor Kecamatan Cakung, Senin (24/11).
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan pengosongan sebelum rusun benar-benar siap dihuni. Penataan juga dipastikan berjalan perlahan.
“Tidak tergesa-gesa, bertahap,” tambahnya.
Soal kabar warga cuma dikasih waktu dua minggu untuk angkat kaki, Munjirin memastikan itu belum keputusan final.
Menurutnya, tenggat tersebut baru sekadar info awal saat sosialisasi.
“Warga memang mengeluh karena dianggap terlalu cepat dikasih dua minggu, ya sudah tidak apa-apa, itu bagian dari sosialisasi,” jelasnya.
Munjirin juga menegaskan warga ber-KTP DKI akan ditawarkan unit rusun agar tidak tinggal tanpa tempat jelas.
“Untuk warga yang KTP-nya DKI, kita tawari rusun,” ucapnya.
Lalu ketika ditanya apakah sudah ada deadline pengosongan?
Munjirin menjawab pemerintah masih mengikuti tahapan yang sudah disosialisasikan.
“Tenggat waktu ya sesuai sosialisasi kemarin. Nanti kita lihat kondisinya gimana,” katanya.
Pemprov DKI sebelumnya menyatakan akan mengembalikan fungsi lahan TPU Kebon Nanas dan TPU Kober Rawa Bunga yang puluhan tahun berubah jadi permukiman.
Nantinya, area lahan itu dibuka lagi menjadi petak makam baru, untuk mengatasi krisis lahan pemakaman di Jakarta.
Diketahui, Pemkot telah menyiapkan dua Rusunawa sebagai tempat relokasi, yakni Pulo Jahe dan Rawa Bebek.
Data awal mencatat sekitar 280 KK atau 517 jiwa tinggal di lahan TPU Kebon Nanas dan TPU Kober Rawa Bunga.
Penertiban dilakukan karena 69 TPU milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sudah penuh, sebagian bahkan hanya melayani pemakaman sistem tumpang.(SN).









