SENTANANEWS.COM, Cakung – Seorang balita berusia kurang lebih dari satu tahun ditemukan tewas dengan wajah lebam di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (1/10) malam. Polisi tengah menyelidiki kematian bayi tersebut setelah menemukan sejumlah luka pada bagian wajah korban.
Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra membenarkan adanya laporan mengenai bayi yang meninggal dalam kondisi tidak wajar. Menurutnya, polisi sudah mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan.
Berdasar kronologi awal, kecurigaan muncul setelah seorang warga melihat kondisi bayi yang dibawa seorang pria sekitar pukul 18.15 WIB.
Pria yang disebut sebagai ayah tiri korban itu datang sambil menggendong bayi dan menangis. Ia meminta bantuan warga untuk mengantarkan korban ke rumah sakit.
Menurut keterangan saksi, pria tersebut awalnya mengatakan bayi sakit karena muntah-muntah. Namun, ketika korban diletakkan di lantai, saksi melihat wajah bayi dipenuhi luka lebam.
Saksi kemudian menanyakan kondisi korban kepada pria tersebut. Namun orangtua biadab tersebut menjawab korban “tertimpa kipas angin”.
Jaawaban tersebut dinilai berbelit-belit sehingga menimbulkan kecurigaan.
Sementata ibu kandung korban, M yang pulang bekerja sekitar pukul 19.15 WIB juga mendapati anaknya sudah tidak sadarkan diri. Ia melihat wajah korban dalam kondisi lebam.
Ibu korban kemudian menanyakan kondisi anaknya kepada suami sirinya. Pria tersebut kembali mengatakan korban tertimpa kipas angin.
Namun Ibu korban membantah pernyataan suaminya. Pasalnya, luka pada wajah anaknya bukan kali pertama muncul malam itu. Karena luka tersebut sudah terlihat sejak dua hari sebelumnya.
“Menurut saksi 2 kalau luka di wajah korban sudah ada dua hari yang lalu dan pelaku selalu berbelit-belit kalau ditanya dengan masalah anak saksi 2 (korban),” kata Andre dalam keterangannya, Jumat (2/10).
Hasil pemeriksaan, Tim DVI Polres Metro Jakarta Timur menemukan luka lebam pada mata sebelah kiri dan bagian kiri wajah korban. Luka tersebut juga mengeluarkan darah.
“Selanjutnya korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan Visum,” ujarnya. (SN)














