SENTANANEWS.COM, Jakarta – Keputusan Presiden RI Prabowo Subianto bergabung dalam Board of Peace (BoP) untuk mendukung pemulihan, menjaga stabilitas perdamaian, dan mendorong kemerdekaan Palestina dinilai sebagai langkah strategis.
Eks anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid, mengatakan bergabungnya Indonesia dalam BoP membuka peluang lebih besar untuk memperkuat dukungan internasional terhadap pengakuan kedaulatan Palestina.

“Dengan masuk ke dalam BoP, Indonesia punya ruang yang lebih luas untuk memperjuangkan agar dunia internasional mengakui kemerdekaan Palestina,” kata Fauka dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Ia menilai keberadaan Israel dalam keanggotaan BoP tidak serta-merta membuat Indonesia kehilangan posisi tawar.
Menurut dia, Indonesia tetap memiliki celah diplomatik, terlebih dengan posisi sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza.
“Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF atau Pasukan Stabilisasi Internasional memiliki posisi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung Palestina,” ujarnya.
Fauka menegaskan, meski dalam BoP terdapat Israel, posisi Indonesia di ISF tidak berarti kehilangan kendali untuk berperan sebagai penengah dalam konflik yang terjadi.
Ia juga menyebut pengiriman 8.000 personel TNI ke Gaza sebagai bentuk komitmen dan konsistensi Indonesia dalam membantu pemulihan Palestina. Personel yang dikirim terdiri atas batalion Zeni dan Kesehatan.
“Batalion yang dikirim adalah batalion Zeni dan Kesehatan untuk merekonstruksi Palestina dari kehancuran dan memberikan jaminan kesehatan kepada rakyat Palestina,” katanya.
Selain itu, kehadiran pasukan Indonesia disebut untuk memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan lancar dan tidak lagi terhambat akibat agresi militer Israel.
Menurut Fauka, selama ini Indonesia dan sejumlah negara lain kerap menghadapi kendala dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan karena akses ke Jalur Gaza dibatasi.
“Jadi jangan dilihat, oh di BoP ada Israel, ketuanya Amerika lalu kita tidak bisa berbuat apa-apa. Tujuan Pak Prabowo tetap mendukung kemerdekaan Palestina, bukan dikendalikan negara lain,” tuturnya.(SN)









