Menu

Dark Mode
Kuasa Hukum Sebut Dirut PT MMJ Akui Kuasai Pabrik Sawit PT PAL Tanpa Izin Titik Jatuh Airbus H130 Ditemukan, 8 Jenazah Dievakuasi TNI Vespa Terbakar di Jalan, Berkas Wisuda Igo Hangus dalam Sekejap Rokok Jadi Modus, Sabu Gagal Masuk Lapas Narkotika Jakarta Jakarta Jadi Pusat Kolaborasi Asia Pasifik untuk Palestina Empat Pelaku Transaksi Tramado Diamankan Satpom Lanud Halim

Megapolitan

Warga Kebon Nanas Jakarta Timur : Relokasi Oke, Asal Jangan Jauh

badge-check


					FOTO : Ketua RT 15 RW 02, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan, Jatinegara, Sumiati. Perbesar

FOTO : Ketua RT 15 RW 02, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan, Jatinegara, Sumiati.

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Warga yang tinggal di atas lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jakarta Timur, menyatakan tidak keberatan jika nantinya digusur atau direlokasi oleh pemerintah.

Namun mereka menegaskan satu syarat: lokasi hunian baru harus dekat dari tempat mereka tinggal sekarang.

Ketua RT 15 RW 02, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan, Jatinegara, Sumiati, menjelaskan bahwa dalam sosialisasi yang digelar Pemkot Jakarta Timur bersama warga di Kantor Kecamatan Jatinegara, Kamis (20/11), disebutkan rencana relokasi ke Rusunawa Rawa Bebek dan Pulo Jahe. Usulan tersebut langsung menimbulkan keberatan dari warga.

“Sekali lagi saya ingatkan, mereka mau direlokasi tapi ke wilayah yang terdekat. Rusunawa Rawa Bebek dan Pulo Jahe itu lumayan jauh dari sini,” ujar Sumiati, Sabtu (22/11).

Menurut Sumiati, lokasi rusun yang jauh dikhawatirkan mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak yang masih bersekolah serta para orang tua yang bekerja tidak jauh dari kawasan TPU Kebon Nanas.

“Mereka itu pekerjaannya kan ada yang karyawan, ada yang buruh harian lepas, ada pengurus makam gitu. Jadi, mereka kalau misalnya dipindah pasti mereka akan kehilangan mata pencarian mereka,” terangnya.

Namun, lanjutnya, jika pemerintah tidak sanggup menyediakan relokasi yang dekat, sebagian warga justru membuka opsi pindah ke luar Jakarta.

Dengan catatan, mereka mendapat akses program hunian tetap seperti rumah DP 0 persen, bukan ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

“Warga tidak ingin rusunawa karena sifatnya sewa. Mereka berharap bisa mendapatkan rumah DP 0 persen yang banyak dibangun, meskipun umumnya lokasinya di luar Jakarta seperti Bogor atau Bekasi,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Jakarta Timur berencana menertibkan permukiman di atas lahan TPU Kebon Nanas untuk mengembalikan fungsi lahan pemakaman yang semakin sempit.

Pasalnya dari 69 TPU milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sudah penuh dan banyak yang hanya melayani pemakaman sistem tumpang. Sementara hanya sembilan TPU yang masih dapat digunakan untuk pemakaman.

“Kami minta dikembalikan lahan yang digunakan mereka yang selama ini dijasikan tempat tinggal,” pungkasnya. (SN)

Read More

Vespa Terbakar di Jalan, Berkas Wisuda Igo Hangus dalam Sekejap

17 April 2026 - 12:01 WIB

Rokok Jadi Modus, Sabu Gagal Masuk Lapas Narkotika Jakarta

16 April 2026 - 13:46 WIB

Empat Pelaku Transaksi Tramado Diamankan Satpom Lanud Halim

11 April 2026 - 12:46 WIB

Empat Pelaku pengedar tramadol diamankan Satpom TNI AU /Instagram Lanud Halim Perdanakusuma

Preman Palak Tukang Bakso di Tanah Abang, Pramono: Pelaku Sudah Ditangkap

11 April 2026 - 12:06 WIB

Awas! Buang Sampah Sembarangan di Eks TPS Rawadas Bisa Kena OTT

10 April 2026 - 14:38 WIB

Trending on Megapolitan