Menu ✖

Breaking News

HUKUM

Mahfud MD Desak Evaluasi Pegawai Lapas Usai Temuan Fasilitas Mewah di Cibinong

badge-check

Mahfud MD Desak Evaluasi Pegawai Lapas Usai Temuan Fasilitas Mewah di Cibinong Perbesar

SENTANANEWS.COM, Jakarta – Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pegawai lembaga pemasyarakatan (Lapad) menyusul temuan dugaan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor.

Mahfud mengatakan evaluasi tidak semestinya berhenti pada petugas atau pejabat di tingkat lapas. Pejabat pada jenjang Direktirat Jenderal (Dirjen) Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) hingga pimpinan pucuk atas yang memiliki kewenangan dalam pengawasan lembaga pemasyarakatan, juga perlu diperiksa.

“(Evaluasi) selama ini hanya sampai lapas. Lapas saja,” ujar Mahfud dalam kanal YouTube Mahfud MD, Rabu (30/9).

Menurut Mahfud, persoalan di lembaga pemasyarakatan telah berulang sejak lama. Karena itu, ia menilai perlu ada tindakan tegas, termasuk pergantian personel jika ditemukan pelanggaran serius yang terus berulang.

“Saya kalau saya sih pecat semua saja. Iya, dipecat, semua ganti,” kata dia.

Mahfud juga menyoroti pentingnya kepemimpinan dan pengawasan dalam mencegah praktik korupsi di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Yang penting kepemimpinan. Bagaimana pemimpin itu memberi arahan yang tegas,” ujarnya.

Fasilitas Mewah 

Temuan fasilitas mewah di Lapas Cibinong sebelumnya diungkap Ombudsman RI melalui inspeksi mendadak pada Rabu, 23 September 2026.

Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan tim menemukan kawasan yang disebut sebagai “klaster mewah” dan dihuni sejumlah warga binaan.

Di area tersebut terdapat lebih dari 10 bangunan rumah serta sejumlah mobil mewah.

Saat masuk ke salah satu bangunan, tim Ombudsman menemukan fasilitas yang menyerupai hunian apartemen, seperti ruang tamu, kamar, televisi, kulkas, dan meja makan.

“Kami menemukan beberapa lokasi hunian di sekitar lapas berupa bangunan terlihat seperti homestay dengan atap seng bercat warna biru dan ada seperti rumah klaster, di dalamnya berisi sofa, kulkas, TV, meja makan,” kata Syafrida dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Kamis (24/9).

Selain hunian tersebut, Ombudsman menemukan fasilitas fitness yang disebut cukup lengkap serta pembangunan simulator golf yang masih berlangsung.

Tim Ombudsman juga menemukan celah keamanan di bagian belakang bangunan. Akses keluar dari sejumlah rumah petak disebut tidak terkunci dan terhubung langsung dengan hutan bambu serta tempat pembuangan sampah.

Dalam wawancara dengan penghuni, salah seorang warga binaan mengaku membayar sejumlah uang untuk memperoleh fasilitas tersebut.(SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Trending on HUKUM