Menu ✖

Breaking News

MEGAPOLITAN

Usai 60 Tahun Terabaikan, Anak Kali Krukut Bakal Dibenahi

badge-check

Usai 60 Tahun Terabaikan, Anak Kali Krukut Bakal Dibenahi Perbesar

SENTANANEWS.COM, Tanah Abang – Penataan Anak Kali Krukut tidak akan berhenti pada pengerukan. Pasalnya Pemrov DKI Jakarta berencana menata kawasan sepanjang 2,3 kilometer itu secara menyeluruh, mulai dari pembangunan turap, pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), hingga penghijauan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan keputusan itu diambil setelah tiga kali meninjau langsung kondisi Anak Kali Krukut.

Menurut dia, pengerukan saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan di kawasan tersebut karena sedimentasi dan sampah berpotensi kembali menyumbat aliran sungai.

“Kalau ini hanya digali, pasti nanti akan kembali,” kata Pramono saat meninjau Anak Kali Krukut di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9).

Mantan Sekretaris Kabinet itu mengatakan Anak Kali Krukut disebut belum pernah dikeruk selama hampir 60 tahun. Karena itu, dia meminta penanganan kawasan tersebut tidak dilakukan secara parsial.

Rencana penataan mencakup pembangunan turap di sepanjang kali, pembenahan MCK yang selama ini masih bersifat parsial, serta penghijauan di sisi kiri dan kanan sungai.

“Penataannya tidak setengah-setengah di 2,3 kilometer ini,” ujarnya.

Pramono memastikan penataan tersebut tidak dilakukan dengan menggusur warga yang telah tinggal di kawasan itu selama puluhan tahun. Pemerintah akan merapikan kawasan sekaligus memperbaiki fasilitas yang sudah ada.

“Penataan kawasan tidak kita lakukan penggusuran. Yang kita lakukan adalah menata kawasan, tetapi dirapikan,” kata dia.

Ia mencontohkan MCK di sekitar kali yang akan dibenahi agar lebih baik dan tertata. Pemerintah juga mempertimbangkan kondisi warga yang selama ini tinggal dan mencari nafkah di kawasan tersebut.

Untuk merealisasikan rencana itu, Pramono meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mempresentasikan rancangan penataan pada pekan depan.

Pekerjaan ditargetkan mulai pada awal 2027 dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

Pramono juga membuka kemungkinan penerbitan penetapan lokasi (Penlok) jika diperlukan untuk mendukung penataan kawasan.

“Kalau memang harus dikeluarkan Penlok untuk melakukan penataan kawasan, saya sebagai gubernur mendorong untuk dilakukan itu,” ujarnya.

Menurut Pramono, pengerukan Anak Kali Krukut menghadapi tantangan karena kondisi lokasi yang sempit. Pemerintah saat ini menggunakan tiga unit mini spider yang dirancang untuk menggali di area yang sulit dijangkau alat berat berukuran besar.

Material hasil pengerukan juga tidak dapat langsung diangkut menggunakan dump truck. Material harus dipindahkan secara bertahap sebelum dibawa ke tempat pembuangan.

“Tempat yang sempit seperti ini penggaliannya memang jauh lebih susah,” kata Pramono.

Kondisi tersebut membuat proses pengerukan membutuhkan usaha dan waktu lebih besar.

Karena itu, Pramono memilih agar pengerjaan tidak hanya berfokus pada pengerukan, tetapi sekaligus mencakup penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer.

Pramono menargetkan kawasan Anak Kali Krukut mengalami perubahan signifikan pada 2028. Dia berharap kawasan tersebut tidak lagi sekadar menjadi aliran sungai yang dikeruk, melainkan kawasan yang tertata dan memiliki ruang hijau.

“Jangan setengah-setengah lagi, ditangani secara menyeluruh 2,3 kilometer ini,” ujarnya.(SN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Trending on MEGAPOLITAN