SENTANANEWS.COM, Jakarta – Warga yang tinggal di atas lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jakarta Timur, menyatakan tidak keberatan jika nantinya digusur atau direlokasi oleh pemerintah.
Namun mereka menegaskan satu syarat: lokasi hunian baru harus dekat dari tempat mereka tinggal sekarang.

Ketua RT 15 RW 02, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan, Jatinegara, Sumiati, menjelaskan bahwa dalam sosialisasi yang digelar Pemkot Jakarta Timur bersama warga di Kantor Kecamatan Jatinegara, Kamis (20/11), disebutkan rencana relokasi ke Rusunawa Rawa Bebek dan Pulo Jahe. Usulan tersebut langsung menimbulkan keberatan dari warga.
“Sekali lagi saya ingatkan, mereka mau direlokasi tapi ke wilayah yang terdekat. Rusunawa Rawa Bebek dan Pulo Jahe itu lumayan jauh dari sini,” ujar Sumiati, Sabtu (22/11).
Menurut Sumiati, lokasi rusun yang jauh dikhawatirkan mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak yang masih bersekolah serta para orang tua yang bekerja tidak jauh dari kawasan TPU Kebon Nanas.
“Mereka itu pekerjaannya kan ada yang karyawan, ada yang buruh harian lepas, ada pengurus makam gitu. Jadi, mereka kalau misalnya dipindah pasti mereka akan kehilangan mata pencarian mereka,” terangnya.
Namun, lanjutnya, jika pemerintah tidak sanggup menyediakan relokasi yang dekat, sebagian warga justru membuka opsi pindah ke luar Jakarta.
Dengan catatan, mereka mendapat akses program hunian tetap seperti rumah DP 0 persen, bukan ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa).
“Warga tidak ingin rusunawa karena sifatnya sewa. Mereka berharap bisa mendapatkan rumah DP 0 persen yang banyak dibangun, meskipun umumnya lokasinya di luar Jakarta seperti Bogor atau Bekasi,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemkot Jakarta Timur berencana menertibkan permukiman di atas lahan TPU Kebon Nanas untuk mengembalikan fungsi lahan pemakaman yang semakin sempit.
Pasalnya dari 69 TPU milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sudah penuh dan banyak yang hanya melayani pemakaman sistem tumpang. Sementara hanya sembilan TPU yang masih dapat digunakan untuk pemakaman.
“Kami minta dikembalikan lahan yang digunakan mereka yang selama ini dijasikan tempat tinggal,” pungkasnya. (SN)









